Setiap peristiwa ada hikmat. Berawal rombongan Madrasah yang ada di Setiabudi datang terlambat, membawa peserta wisuda dari MD Aisyiyah dan MD As Shofiyah dapat berpose dan menyanyikan lagu Hymne Guru (Terima Kasih Guruku) dengan penghayatan penuh.
Madrasah Diniyah Aisyiyah untuk keempat kalinya mengikuti Wisuda Diniyah Takmiliyah yang diadakan oleh Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Jakarta Selatan dan Kasie Pekapontren Kantor Kementrian Agama Kota Jakarta Selatan di anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Kamis, 20 Juni 2013.
Lili menanti namanya tuk dipanggil ke atas panggung
Hasbiya berfoto ria sambil menunggu juga dipanggil
Tersenyum walau lama dipanggil
Naura akhirnya ikut tersenyum juga
Akhirnya, dikalungkan juga...
Bahagianya dikalungkan...
Salaman dulu ah sama Ketua Panitia Wisuda Angkatan Keempat
Berfoto bersama dengan seluruh santri Diniyah Takmiliyah se Jakarta Selatan
Bernyanyi bersama lagu Indonesia Raya dan Hymne Guru (Terima Kasih Guruku)
Berfoto bersama dengan MD As Shofiyah
Saat datang disambut spanduk "Selamat Datang", sayang tidak ada karpet merahnya
Tetap manis walau habis menyantap makan siang
Berpose di atas panggung
Keren juga difoto di atas panggung
Selesai diwisuda, baju wisuda pun ditanggalkan sambil berpose di depan anjungan Riau
Gak ah, takut masuk rumah hantu...
Serius membaca Gurindam Dua Belas
Tetap ceria, walau di dalam mikrolet
Beda sekali, Wisuda Santri Madrasah Diniyah se - Jakarta Selatan Angkatan ke - IV yang diselenggarakan hari Kamis, 20 Juni 2013 di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII)oleh Kelompok Kerja Diniyah (KKDT) Jakarta Selatan bersama Kasie Pekapontren Kementrian Agama Kota Jakarta Selatan.
Terlihat megah, khidmat, dan tepat waktu. Pendingin udara diletakkan disetiap sudut ruang, membuat nyaman peserta wisuda yang berjumlah 247 beserta tamu undangan, guru pendamping dan orang tua.
Namun, posisi tempat duduk berantakan. Rombongan Madrasah Diniyah dari kecamatan Setiabudi yang diwakili Madrasah Diniyah Aisyiyah dan Madrasah As Shofiyah yang datang agak terlamabat, sulit mendapat tempat duduk. Sekalipun dapat, tapi terpisahkan meski tidak jauh.
Tahun ini, Madrasah Diniyah hanya mengirim Hasbiya, Lili, Naura dan Annisa. Zahra berhalangan hadir, karena di SD nya sedang ada acara.
Walau sedikit lama saat menunggu di depan Alfimidi Minangkabau sejak pukul 07.30, tidak membuat bete saat menunggu. Orang tua Naura dan Lili yang ikut menunggu, berbincang pilihan SMP anak-anak mereka.
Panas matahari kian menyengat, namun kami tetap bertahan menunggu mikrolet yang akan membawa kami ke Taman Mini. Meleset setengah jam dari janji yang telah disepakati, yakni pukul 08.00, rombongan Madrasah Diniyah As Shofiyah datang juga. Bergegas kami naik ke dalam mikrolet.
Lancarnya lalu lintas pagi, tiada terasa membuat kami sudah tiba di pintu gerbang Taman Mini. Namun, kami terhambat karena tidak memegang tiket masuk yang masih ada di panitia.
Alhamdulillah, sampai juga kami dalam anjungan Riau tempat kami nantinya di wisuda. Sayu-sayup terdengar pembacaan kalam Illahi, tanda bahwa acara telah dimulai. Baju toga, baju wisuda kami kenakan dan segera kami ke tempat duduk.
Setelah sambutan-sambutan, nama-nama kami dipanggil paling akhir. Setelah tali ditopi kami dirubah, serta dikalungi medali tanda wisuda, kami berdiri paling depan dan dapat berpose saat diambil gambar sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Guruku (Terima kasih guruku).
Acara wisuda ditutup dengan do'a. Kami pun makan dan foto bersama. Baju wisuda kami tanggalkan. Akhirnya, kami pun berkeliling Taman Mini. Dari Museum Penerangan, anjungan propinsi lain, sampai akhirnya hujan mengguyur komplek Taman Mini. Kami berteduh di CFC areal shelter kereta gantung dekat museum Budaya Indonesia. Dalam guyuran hujan, kami berlari ke dalam mikrolet yang menjemput kami. Membawa kami pulang, dan menurunkan kami di Klinik Fahira.

Selesai sudah rangkaian Ujian Akhir Madrasah (UAM) tahun 2013 untuk kecamatan Setiabudi di MD. As Shofiyah yang mulai dilaksanakan Rabu, 15 Mei 2013 yang diikuti 3 Madrasah Diniyah, yakni MD. Aisyiyah, MD. As Shofiyah dan MD. Darul Khoir.
"Mau ujian, sempat deg-degan dan gemetaran." celetuk Habibi Noer, peserta ujian dari MD. As Shofiyah dalam kesan dan pesannya dalam rangkaian acara penutupan UAM tahun 2013. Celetukan Habibi diamini pula oleh peserta yang lain. "Pengawasnya baik-baik." komentar yang lain.


Ini memang sudah jadi tradisi, penyelenggaran UAM setiap tahunnya dibuat dengan suasana yang menyenangkan, agar peserta tidak gugup dan grogi menjawab soal.

"Yang penting kebersamaan." ujar ustadz Abdul Rofiq Kepala MD. As Shofiyah, dalam setiap momentum kegiatan yang dilakukan Madrasah Diniyah di Setiabudi secara bersama. Mudah-mudahan terus terajut, Ukhuwah yang indah ini.



Mulai Rabu, 15 Mei 2013 sampai Jum'at, 17 Mei 2013 santri kelas 4 Madrasah Diniyah se - Setiabudi mengikuti Ujian Akhir Madrasah (UAM) di Madrasah Diniyah As Shofiyah Jl. Muria.

Pukul 13.30, satu persatu santri yang akan mengikuti ujian mulai berdatangan bersamaan Panitia dan Pengawas Ujian. Tahun ini, yang mengikuti ujian berjumlah 14 santri dari 3 Madrasah Diniyah yang tersebar di kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.

Santri Madrasah Diniyah Aisyiyah yang mengikuti ujian kali ini sebanyak 5, yakni:
1. ANNISA APRILILIANI ZARNIS (No. Induk : 2103)
2. ANNISA NURYANTI (No. Induk : 2093)
3. NAURA AQILIA ELVIRA (No. Induk : 2116)
4. HASBIYA MIRYAMI JUNDIYATURRAHMAN (No. Induk : 2100)
5. ZAHRA NUR UMIYAH (No. Induk : 2117)



Pekan ini, seluruh santri kelas 4 Diniyah Takmiliyah se-DKI Jakarta serentak mengikuti UAM (Ujian Akhir Madrasah) disetiap Madrasah yang sudah ditentukan di kecamatannya masing-masing.
Jadual yang sudah ditentukan adalah mulai Senin, 13 Mei 2013. Namun, yang luput dari Panitia UAM Kota Jakarta Selatan adalah Kecamatan Setiabudi.
Maka, Panitia UAM Setiabudi pun bersepakat Ujian dilaksanakan hari Rabu, 15 Mei 2013 di Madrasah Diniyah As Shofiyah di Jl. Muria.
Meski memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama besar dengan pengajar lainnya, ternyata kesejahteraan 445 orang guru diniyah di Jakarta Selatan masih memprihatinkan. Honor yang mereka terima per bulan rata-rata hanya berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu.
”Itu pun masih sering terlambat mereka terima,” ujar Ketua Persatuan Guru Diniyah Indonesia (PGDI) Kota Jakarta Selatan, Asikin, SAg di sela-sela acara Pembinaan dan Pelatihan anggota PGDI Jakarta Selatan dengan tema ‘Menjadi Guru Diniyah yag Profesional’, Senin (8/3).
Kadang-kadang, kata Asikin, guru diniyah merasa iri dengan pada guru SD di DKI Jakarta yang tunjangan kesejahteraannya saja sudah mencapai Rp 2,5 juta, di luar gaji. Padahal, di tengah keprihatinan rendahnya moral para generasi muda, tugas guru diniyah tidaklah ringan.
Asikin mengaku senang dengan keluarnya Pergub No 207/2009 tentang penyelenggaraan pendidikan keagamaan di Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan nasib para guru diniyah ke depan akan lebih diperhatikan melalui anggaran khusus yang disediakan pemda.
Hasyim Adnan, Kepala Sekolah Diniyah Al Islah, Tanah Kusir mengungkapkan, dirinya memiliki sekitar 200 murid dengan 21 guru. Muridnya itu tidak dipungut bayaran sehingga untuk membayar honor para guru dia hanya mengandalkan dana dari para donatur.
”Kami mendidik murid diniyah benar-benar lillahi ta’ala. Umumnya para guru mencari rejeki dari sumber lain,” kata Hasyim. Para gurunya sebagian bergelar sarjana agama dan yang lainnya keluaran pesantren salafiyah.
Pos Kota
Mdt-aisyiyah. Senin, 10 Oktober 2011 santri-santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Aisyiyah Cabang Pasar Rumput mengadakan Buka Puasa dan Masak di MDA 2.
Acara masak dan buka puasa ini masuk Program Kerja Madrasah Diniyah Aisyiyah, yang akan diadakan setiap bulannya, dan melibatkan seluruh santrinya dari kelas 1 sampai kelas 4.
Kok buka puasa ? kan Ramadhan sudah lewat. Memang, para ustadz dan ustadzah ingin membiasakan para santrinya puasa sunnah Senin dan Kamis, yang mempunyai tantangan sendiri.
Para santri dibagi beberapa kelompok untuk menyiangan sayuran yang akan dimasak. Lalu mencuci sayuran, dan memasaknya didapur dipandu ustadzah Lisda.
Jelang adzan maghrib, para santri buka puasa dengan kacang ijo. Setelah sholat maghrib, dilanjutkan dengan makan sayuran yang diolah bersama, Alhamdulillah nikmat sekali.
Acara masak dan buka puasa ini masuk Program Kerja Madrasah Diniyah Aisyiyah, yang akan diadakan setiap bulannya, dan melibatkan seluruh santrinya dari kelas 1 sampai kelas 4.
Kok buka puasa ? kan Ramadhan sudah lewat. Memang, para ustadz dan ustadzah ingin membiasakan para santrinya puasa sunnah Senin dan Kamis, yang mempunyai tantangan sendiri.
Para santri dibagi beberapa kelompok untuk menyiangan sayuran yang akan dimasak. Lalu mencuci sayuran, dan memasaknya didapur dipandu ustadzah Lisda.
Jelang adzan maghrib, para santri buka puasa dengan kacang ijo. Setelah sholat maghrib, dilanjutkan dengan makan sayuran yang diolah bersama, Alhamdulillah nikmat sekali.
MDT Aisyiyah. Walau lebih awal dari Program Kerja Madrasah karena kesibukan para ustadz dan ustadzahnya, akhirnya Ahad, 7 Agustus 2011 MDT Aisyiyah mengadakan Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama di MDA2.
Pukul 08.00 acara dimulai dengan pembacaan Al Qur’an oleh ananda Nada Paramita, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha. Ramadhan Ceria adalah tema yang disampaikan oleh ibu Rahmawati, A.Md, dengan Ramadhan kita tidak boleh lemah, cemberut, namun harus selalu ceria.
Setelah tidur siang, ada games dari kak Dwi, kak Angga, dan kak La Ode. Tak kalah serunya adalah penyelenggaran jenazah, ananda Satria Amirudin dikafani. Tidak perlu ada yang ditakuti terhadap kematian maupun terhadap mayat atau jenazah, inilah pesan dari Praktek Ibadah kain kafan.
Setelah senam, persiapan buka puasapun tak kalah menarik dan serunya. Ayam goreng, menu andalan bersama es sirup tak tersisa dilahap oleh seluruh peserta dan para ustadz dan ustadzah.
Alhamdulillah akhirnya pulang juga, Insya Allah tahun depan kita adakan lagi ya ???
Pukul 08.00 acara dimulai dengan pembacaan Al Qur’an oleh ananda Nada Paramita, lalu dilanjutkan dengan shalat Dhuha. Ramadhan Ceria adalah tema yang disampaikan oleh ibu Rahmawati, A.Md, dengan Ramadhan kita tidak boleh lemah, cemberut, namun harus selalu ceria.
Setelah tidur siang, ada games dari kak Dwi, kak Angga, dan kak La Ode. Tak kalah serunya adalah penyelenggaran jenazah, ananda Satria Amirudin dikafani. Tidak perlu ada yang ditakuti terhadap kematian maupun terhadap mayat atau jenazah, inilah pesan dari Praktek Ibadah kain kafan.
Setelah senam, persiapan buka puasapun tak kalah menarik dan serunya. Ayam goreng, menu andalan bersama es sirup tak tersisa dilahap oleh seluruh peserta dan para ustadz dan ustadzah.
Alhamdulillah akhirnya pulang juga, Insya Allah tahun depan kita adakan lagi ya ???
I. PENGANTAR
Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan yang sudah lama berkembang di Indonesia di bawah naungan Kementrian Agama.
Berbeda dengan lembaga pendidikan keagamaan non formal lainnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah selain belajar membaca Al Qur’an, dipelajari pula pengetahuan islam lainnya, seperti Aqidah Akhlak, Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam, dan ditambah sesuai kebutuhan, misalnya Tahsinul Kitabah, Kultum, dan lain–lain.
Setiap jenjang dalam tiap semester diadakan test atau evaluasi yang soalnya dibuat oleh Kementerian Agama dengan dimonitoring langsung.
Dan pada akhirnya, Ujian Akhir Madrasah merupakan evaluasi sebelum murid meninggalkan Madrasah Diniyah Takmilyah dan diberikan Ijazah yang dikeluarkan Kementerian Agama kepada murid yang dinyatakan LULUS dan diwisuda oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan disaksikan orang tua, guru, serta undangan.
II. PROFIL
Madrasah Diniyah Takmilaiah Aisyiyah berdiri sejak tahun 1970 an dengan sudah meluluskan ratusan murid dari berbagai kalangan.
Madrasah Diniyah Takmiliyah Aisyiyah memiliki dua gedung sendiri yaitu di Jl. Menteng Bata No. 37 dan Jl. Menteng Atas Selatan No. 11 dengan fasilitas penunjang pendidikan antara lain :
a. Kelas
b. Musholla
Dengan fasilitas penunjang pendidikan diharap murid nyaman untuk belajar serta beribadah
III. WAKTU BELAJAR
Setiap hari Senin sampai Jum’at pukul 15.00 sampai pukul 17.30 WIB.
IV. PROGRAM PENGAJARAN
Paket Pengajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah Aisyiyah berupa :
1. Kelas Persiapan / Pra
Kelas Persiapan diarahkan sebelum murid menempuh Kelas Lanjutan. Kelas Persiapan menggabungan Kurikulum TPA dengan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah. Mata Pelajaran Kelas Persiapan adalah :
a. Bacaan Iqro
b. Hafalan Bacaan Shalat
c. Hafalan Surat Pendek
d. Do’a dan Adab Harian
e. Tahsinul Kitabah
f. Dinul Islam
g. Bahasa Arab
h. Mewarnai
2. Kelas Utama
Kelas Utama sepenuhnya menggunakan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah, yang terdiri dari :
a. Qur’an Hadist
b. Aqidah Akhlak
c. Fiqih
d. Sejarah Kebudayaan Islam
e. Bahasa Arab
Serta ditambah dengan Materi Penunjang lainnya berupa :
a. Praktek Ibadah
b. Tahsinul Kitabah
c. Kultum
d. Dan lain–lain
V. SYARAT PENDAFTARAN
1. Mengisi Formulir
2. Melampirkan foto copy Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga
3. Rincian Biaya Administrasi
a. Formulir Rp. 15.000
b. Uang Pangkal Rp. 20.000
c. SPP tiap bulan Rp. 25.000
d. Raport Rp. 15.000
e. Buku Paket Rp. 60.000
VI. INFORMASI & PENDAFTARAN
1. Madrasah Diniyah Aisyiyah I
Jl. Menteng Bata No. 37 Rt 007/07 Pasar Manggis Telp. 8308764
2. Madrasah Diniyah Aisyiyah II
Jl. Menteng Atas Selatan No. 11 Telp. 8354341
3. www.mdt-aisyiyah.blogspot.com
Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan yang sudah lama berkembang di Indonesia di bawah naungan Kementrian Agama.
Berbeda dengan lembaga pendidikan keagamaan non formal lainnya, Madrasah Diniyah Takmiliyah selain belajar membaca Al Qur’an, dipelajari pula pengetahuan islam lainnya, seperti Aqidah Akhlak, Fiqih, Bahasa Arab, Qur’an Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam, dan ditambah sesuai kebutuhan, misalnya Tahsinul Kitabah, Kultum, dan lain–lain.
Setiap jenjang dalam tiap semester diadakan test atau evaluasi yang soalnya dibuat oleh Kementerian Agama dengan dimonitoring langsung.
Dan pada akhirnya, Ujian Akhir Madrasah merupakan evaluasi sebelum murid meninggalkan Madrasah Diniyah Takmilyah dan diberikan Ijazah yang dikeluarkan Kementerian Agama kepada murid yang dinyatakan LULUS dan diwisuda oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan disaksikan orang tua, guru, serta undangan.
II. PROFIL
Madrasah Diniyah Takmilaiah Aisyiyah berdiri sejak tahun 1970 an dengan sudah meluluskan ratusan murid dari berbagai kalangan.
Madrasah Diniyah Takmiliyah Aisyiyah memiliki dua gedung sendiri yaitu di Jl. Menteng Bata No. 37 dan Jl. Menteng Atas Selatan No. 11 dengan fasilitas penunjang pendidikan antara lain :
a. Kelas
b. Musholla
Dengan fasilitas penunjang pendidikan diharap murid nyaman untuk belajar serta beribadah
III. WAKTU BELAJAR
Setiap hari Senin sampai Jum’at pukul 15.00 sampai pukul 17.30 WIB.
IV. PROGRAM PENGAJARAN
Paket Pengajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah Aisyiyah berupa :
1. Kelas Persiapan / Pra
Kelas Persiapan diarahkan sebelum murid menempuh Kelas Lanjutan. Kelas Persiapan menggabungan Kurikulum TPA dengan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah. Mata Pelajaran Kelas Persiapan adalah :
a. Bacaan Iqro
b. Hafalan Bacaan Shalat
c. Hafalan Surat Pendek
d. Do’a dan Adab Harian
e. Tahsinul Kitabah
f. Dinul Islam
g. Bahasa Arab
h. Mewarnai
2. Kelas Utama
Kelas Utama sepenuhnya menggunakan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah, yang terdiri dari :
a. Qur’an Hadist
b. Aqidah Akhlak
c. Fiqih
d. Sejarah Kebudayaan Islam
e. Bahasa Arab
Serta ditambah dengan Materi Penunjang lainnya berupa :
a. Praktek Ibadah
b. Tahsinul Kitabah
c. Kultum
d. Dan lain–lain
V. SYARAT PENDAFTARAN
1. Mengisi Formulir
2. Melampirkan foto copy Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga
3. Rincian Biaya Administrasi
a. Formulir Rp. 15.000
b. Uang Pangkal Rp. 20.000
c. SPP tiap bulan Rp. 25.000
d. Raport Rp. 15.000
e. Buku Paket Rp. 60.000
VI. INFORMASI & PENDAFTARAN
1. Madrasah Diniyah Aisyiyah I
Jl. Menteng Bata No. 37 Rt 007/07 Pasar Manggis Telp. 8308764
2. Madrasah Diniyah Aisyiyah II
Jl. Menteng Atas Selatan No. 11 Telp. 8354341
3. www.mdt-aisyiyah.blogspot.com
MDT. Aisyiyah. Bertempat di Museum Bayt al-Quran komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad 19 Juni 2011 Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Jakarta Selatan mengadakan acara Wisuda Bersama se-Jakarta Selatan.
MDT. Aisyiyah bersama MDT. Darul Khair menyewa mikrolet 34 untuk mengikuti acara Wisuda Bersama. Pukul 06.30 peserta wisuda dari MDT. Aisyiyah; Angga, Sholeh, Monika, dan Caca telah menunggu di depan STIE Muhammadiyah. Hampir setengah jam menunggu, akhirnya mikrolet yang telah membawa rombongan dari MDT. Darul Khair yang berjumlah 7 orang datang juga.
Di depan Museum Bayt al-Quran, seluruh peserta menggunakan baju toganya masing-masing, dengan tidak lupa berfoto bersama dengan latar belakang museum.
Di dalam museum, wisudawan dan wisudawati yang didampingi guru dan orang tuanya telah memenuhi ruangan. Sambil menunggu prosesi wisuda, wisudawan MDT. Aisyiyah mengantri untuk difoto sendiri-sendiri dan bersama Kepala MDT. Aisyiyah Ustadz Abdul Rachman.
Acara prosesi wisuda terlambat dari jadual yang telah ditentukan panita, karena bapak Aslih Kurniawan selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jakarta Selatan terlambat hadir.
Prosesi wisuda pun berjalan sangat khidmat, MDT. Aisyiyah bergabung bersama MDT. Darul Khair dan MDT. As Shofiyah yang mewakili Setia Budi naik ke podium untuk menerima ucapan selamat dari ibu Nensi selaku Ketua Panitia, pak Karyadi yang mewakil Seksi. Pekapontren Jakarta Selatan, serta pak Danu selaku Ketua KKDT kota Jakarta Selatan.
Setelah shalat dzuhur dan makan siang, beberapa peserta wisuda dari MDT. Darul Khair serta MDT. Aisyiyah karena dijemput keluarganya (Sholeh dan Angga) keliling Taman Mini. Mulai dari Museum Telekomunikasi, Pusat Belanja Souvenir, dan menumpang mobil keliling.
MDT. Aisyiyah bersama MDT. Darul Khair menyewa mikrolet 34 untuk mengikuti acara Wisuda Bersama. Pukul 06.30 peserta wisuda dari MDT. Aisyiyah; Angga, Sholeh, Monika, dan Caca telah menunggu di depan STIE Muhammadiyah. Hampir setengah jam menunggu, akhirnya mikrolet yang telah membawa rombongan dari MDT. Darul Khair yang berjumlah 7 orang datang juga.
Di depan Museum Bayt al-Quran, seluruh peserta menggunakan baju toganya masing-masing, dengan tidak lupa berfoto bersama dengan latar belakang museum.
Di dalam museum, wisudawan dan wisudawati yang didampingi guru dan orang tuanya telah memenuhi ruangan. Sambil menunggu prosesi wisuda, wisudawan MDT. Aisyiyah mengantri untuk difoto sendiri-sendiri dan bersama Kepala MDT. Aisyiyah Ustadz Abdul Rachman.
Acara prosesi wisuda terlambat dari jadual yang telah ditentukan panita, karena bapak Aslih Kurniawan selaku Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jakarta Selatan terlambat hadir.
Prosesi wisuda pun berjalan sangat khidmat, MDT. Aisyiyah bergabung bersama MDT. Darul Khair dan MDT. As Shofiyah yang mewakili Setia Budi naik ke podium untuk menerima ucapan selamat dari ibu Nensi selaku Ketua Panitia, pak Karyadi yang mewakil Seksi. Pekapontren Jakarta Selatan, serta pak Danu selaku Ketua KKDT kota Jakarta Selatan.
Setelah shalat dzuhur dan makan siang, beberapa peserta wisuda dari MDT. Darul Khair serta MDT. Aisyiyah karena dijemput keluarganya (Sholeh dan Angga) keliling Taman Mini. Mulai dari Museum Telekomunikasi, Pusat Belanja Souvenir, dan menumpang mobil keliling.
MDT-Aisyiyah. Rabu pekan lalu (18 Mei 2011) MDT Aisyiyah mengikuti Ujian Akhir Madrasah (UAM) Diniyah Takmiliyah di MDT Darul Khoir yang berada di Gg. Karya Jembatan Merah Menteng Atas.
Ada 4 orang peserta dari MDT Aisyiyah, Erlangga Dwi Saputra, Monika Salma, Salsabilah Farahdiba, dan Shallahuddin Zaki. Sedang dari MDT Darul Khoir 7 orang peserta dan MDT As Shofiyah 13 orang peserta.
Tepat pukul 14.00 WIB seluruh peserta yang berjumlah 24 mengikuti Ujian. Sebelum Ujian dimulai peserta berbaris dahulu di depan Ruang Ujian sambil mendengarkan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana Ustadzah Siti Hamidah, S.Ag dari MDT Darul Khoir dan pengarahan dari panitia yang lain, yaitu Ustadz Drs. Abdul Rofik dari MDT As Shofiyah serta Ustadz Abdul Rachman dari MDT Aisyiyah.
Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits dan SKI pada hari pertama, hari kedua Akidah Akhlak dan Fiqih, dan hari ketiga Bahasa Arab. Hari ketiga yang bertepatan dengan hari Jum’at 20 Mei 2011, panitia, peserta, dan pengawas Ustadzah Ati Maryati dan Ustadzah Kamilati basah-basahan karena sejak pukul 13.15 hujan mengguyur cukup deras.
Namun, setelah Ujian seluruh peserta memperkenalkan diri sambil mementaskan kebolehannya. Setelah berdo’a, dilanjutkan seluruh peserta bersalaman dengan panitia dan pengawas. Semoga kalian lulus semua, amin...
Ada 4 orang peserta dari MDT Aisyiyah, Erlangga Dwi Saputra, Monika Salma, Salsabilah Farahdiba, dan Shallahuddin Zaki. Sedang dari MDT Darul Khoir 7 orang peserta dan MDT As Shofiyah 13 orang peserta.
Tepat pukul 14.00 WIB seluruh peserta yang berjumlah 24 mengikuti Ujian. Sebelum Ujian dimulai peserta berbaris dahulu di depan Ruang Ujian sambil mendengarkan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana Ustadzah Siti Hamidah, S.Ag dari MDT Darul Khoir dan pengarahan dari panitia yang lain, yaitu Ustadz Drs. Abdul Rofik dari MDT As Shofiyah serta Ustadz Abdul Rachman dari MDT Aisyiyah.
Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits dan SKI pada hari pertama, hari kedua Akidah Akhlak dan Fiqih, dan hari ketiga Bahasa Arab. Hari ketiga yang bertepatan dengan hari Jum’at 20 Mei 2011, panitia, peserta, dan pengawas Ustadzah Ati Maryati dan Ustadzah Kamilati basah-basahan karena sejak pukul 13.15 hujan mengguyur cukup deras.
Namun, setelah Ujian seluruh peserta memperkenalkan diri sambil mementaskan kebolehannya. Setelah berdo’a, dilanjutkan seluruh peserta bersalaman dengan panitia dan pengawas. Semoga kalian lulus semua, amin...

































